Pameran Remedial

posted in: Event | 0

DSC_0260 IMG_6711 IMG_6733

Remedial

“All children are artists. The problem is how to remain an artist once he grows up”. Pablo Picasso

 

Apakah yang ada di benakmu ketika mendengar kalimat “remedial”? mengerjakan tugas/ ujian ulang karena hasil nilai yang tidak sesuai parameter? Tepat sekali. Menurut kamus besar bahasa indonesia, remedial berarti” berhubungan dengan perbaikan: pengajaran — , pengajaran ulang bagi murid yg hasil belajarnya jelek;”. Namun, remedial juga memiliki pengertian ” bersifat menyembuhkan”, yang berasal dari kata remedy. Remedial sepatutnya dilaksanakan tidak hanya bagi pelajar dan dilakukan disekolah saja, karena proses rekonsiliasi adalah output dari segala macam proses pembelajaran; bagaimana seseorang dari tidak paham menjadi paham, dan lantas memperbaiki pemahaman mereka dikemudian hari. Remedial berjalan seiringan dengan proses belajar seumur hidup sampai akhir hayat, bagi siapapun tanpa terkecuali.

Menjadi pelajar tidak sesederhana “belajar di sekolah, berangkat pagi pulang sore, wajib mengenakan seragam putih abu – abu, pakai sepatu hitam kaos kaki putih, hari senin upacara bendera, pulang sekolah pergi les & kursus, dilarang nonton televisi, dilarang tidur larut malam” saja. Sebagai generasi penerus bangsa, mereka juga butuh aktualisasi diri serta mendapat pengakuan dari masyarakat; layaknya sebongkah bibit tanaman, butuh tanah yang subur, disiram dan di treatment yang bagus, agar pertumbuhan mereka cemerlang, berbuga indah, berdaun rindang serta berbuah banyak. Pelajar adalah prototype masyarakat yang merekam dinamika sosial budaya terkini dan kesenian adalah medium yang tepat untuk merepresentasikan hal tersebut.  Sistem sekolah yang pragmatis serta pandangan masyarakat kolot masih menganggap bahwa pendidikan seni (seni rupa) belum dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan karakter bangsa, termasuk dalam hal pembangunan kemanusiaan dan kebudayaan Indonesia.

Publik perlu memahami bahwa kesenian adalah manifestasi ekspresi manusia, dan pelajaran kesenian di sekolah sama pentingnya dengan pelajaran lainnya, meskipun tidak diikutsertakan dalam ujian nasional.Kegiatan “corat – coret tidak jelas” dan membaca komik adalah segelintir contoh apresiasi seni yang lumrah dilakukan oleh kelompok usia SMA, namun tidak sedikit cibiran datang dari orang yang lebih tua, terlepas dari seberapa besar porsinya, ketika mereka sedang melakukan hal tersebut. Fokus pada kelompok ini dilakukan dengan tujuan membuka pemahaman publik bahwa pengetahuan seni rupa adalah sebuahaset untuk menatap jenjang jalur profesi masing-masing, sehingga artefak tugas prakarya seni mereka dapat menjadi portofolio dan tidak hanya berakhir di meja belajar, dinding kamar, atau bahkan tempat sampah. Dewasa ini, peminatan peserta didik sekolah tinggi jurusan kesenian (seni rupa) semakin meningkat, karena prospek pekerjaan berbasis enterpreneurship dengan mengedepankan insan – insan yang kreatif dan inovatif di era globalisasi ini semakin populer.

Bertolak dari itu, Serrum and+ melalui program HELLO SISWA, menginisiasi pameran seni rupa karya peserta didik tingkat SMA/ sederajat, yang berada di wilayah DKI Jakarta dengan tajuk “REMEDIAL”. Tajuk yang bertujuan untuk mendorong para siswa menggeser paradigma masyarakat mengenai predikat pelajar, sebagai anak muda yang penuh akan imajinasi dan eksperimen pencarian jati diri sekaligus generasi penerus bangsa dengan segala implementasi ilmu pendidikan yang ditempuh baik didalam maupun diluar sekolah.

Melalui pameran ini diharapkan dapat membangun semangat berkarya dan menjadi wadah berekspresi mereka; kemudian kita dapat mengetahui serta memetakan potensi karya-karya mereka; dan diharapkan pula mereka dapat membangun jaringan untuk membuka kemungkinan komunikasi dan saling memberikan informasi serta meningkatkan prestasi terutama diluar kegiatan kurikuler, sehingga kualitas pengetahuan seni rupa mereka menjadi lebih baik.

Pada akhir program ini, akan dipilih beberapa peserta yang memiliki karya terbaik untuk mengikuti program mini residensi di Serrum and+. Para peserta terpilih akan diminta untuk menciptakan proyek distribusi pengetahuan seni rupa berdasarkan peminatan dan kecenderungan berkarya mereka; yang kemudian akan diberi suplemen berupa lokakarya dan pembimbingan oleh para praktisi seni. Proyek tersebut bisa berupa: proyek interaktif, karya seni kolaborasi,serta proyek kreatif lainnya yang melibatkan teman di sekolah maupun kelompok usia sebaya di luar sekolah.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on Twitter

Leave a Reply