Serrum And Plus Mengajar Gambar di Edwin’s Gallery

posted in: workshop | 0

IMG-20170909-WA0069
Sabtu 9 September 2017 Edwin’s Gallery bersama Serrum and Plus mengadakan workshop gambar untuk anak-anak. Kegiatan ini bagian dari pameran media instalation art bertajuk Nomadic Traveler. Nomadic Traveler merupakan pameran kolaborasi seniman Indonesia dan Korea yang dikuratori Jeong-ok Jeon dan Evelyn Huang. Di workshop ini anak-anak belajar merespon foto dengan menggambar. Sebelum menggambar anak-anak diajak keliling mengenal karya para seniman bersama Adek Marhaenika.

Apakah kalian mempunyai televisi? Pertanyaan itu diajukan karena karya Julia Sarisetiati menggunakan medium televisi. Anak-anak mulai memakai headset. Di video itu orang-orang Indonesia belajar bahasa Korea. Mereka adalah buruh-buruh yang bekerja di Korea.

Alien! Anak-anak merespon fotografi Lee Hansu. Fotografi Lee Hansu menggambarkan sosok alien yang berpindah tempat ke mana saja: bandara, planet lain, apartemen yang sepi. Anak-anak mendapatkan kata kunci yakni space/ ruang. Alien yang berpindah-pindah tempat menjadi tafsiran anak-anak mengerti karya fotografi Lee Hansu.

FX Harsono membuat karya Journey to The Past. Perahu dengan lautan huruf-huruf menarik perhatian anak. Mereka membentuk kata dari huruf yang terbuat dari kayu. Anak-anak mengenal apapun dari huruf yang membentuk kata. Karya FX Harsono berbicara mengenai sejarah migrasi orang-orang Tionghoa ke Indonesia.

“I love Korea, i love my country,” anak-anak mengatakan itu karena video A Scholarship in Hanyang a Tiger at Mt. Inwang karya Lee Sang Hyun. Video tersebut ada balon udara bertuliskan i love seoul yang mengambarkan perjalanan seorang sarjana Hanyang. Harimau Inwangsan pun menjadi penjaga pepohonan dan hutan di gunung selama Hanyang belajar. Anak-anak juga begitu antusias ketika melihat karya “THE UNKNOWN” Received-Transmitted. Pengalaman melihat karya seni seperti ini menjadi penting karena membantu anak mempunyai imajinasi ketika mereka menggambar.

Setelah tur pameran karya peserta workshop mulai merespon foto yang dicetak dengan gambar. Mereka merespon foto dari karya-karya seniman dengan gambar yang mereka ciptakan: rumah, manusia, pohon, hewan seperti anjing dan kucing.

Hyun Jeong salah satu peserta workshop mengatakan ia senang dengan spidol warna tapi ia tidak bisa menggambar. Terkadang menggambar membuatnya stress. Adek Marhaenika pengajar workshop meyakinkan Hyun Jeong bahwa itu tidak masalah. Di workshop ini anak-anak menggambar dengan gembira. Mereka bebas merespon foto dengan gambar apapun sesuai dengan imajinasinya. Di akhir workshop gambar yang mereka buat dibingkai. Mereka boleh membawa pulang gambar yang mereka buat.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on Twitter

Leave a Reply